Berkah UU DKJ, Esensial Jakarta Tetap Menyala

Oleh: Muhammad Joni Seakan lokasi “api abadi” spirit Indonesia, Jakarta tak-kan selesai menyala. Jika mengandaikan kota-kota bagai “pekerja” penyumbang produktiftas Indonesia, status baru Daerah Khusus Jakarta (DKJ) adalah promosi, bukan demosi. Takrif promosi pekerja berarti penaikan jabatan. Dengan Undang-undang Daerah Khusus Jakarta (UU DKJ) yang disetujui pada sidang paripurna DPR tanggal 28 Maret 2024, tepat...
Read More

Kesungguhan Pembangunan Perumahan Rakyat: Percepatan, Percepatan, Percepatan

Oleh: Muhammad Joni Jika memang Indonesia Emas 2045 adalah rumah utama, ruang waktu 2024-2029 adalah serambinya. Kudu dijaga dan disukseskan, kinerja dan tata kelola-kramanya. Jika tak bisa presisi memasuki “rumah” Indonesia Emas 2045, momentum yang hendak menjadikan perkotaan (dan perdesaan) pusat pertumbuhan ekonomi; rugi dong! Mencerna helai demi helai visi dan misi, publik perumahan patut...
Read More

Andai Kota-Kota itu Bernyawa, Tak Cukup Transformasi 40 Kota

Bakda zuhur, walau terik di luar matahari mulai tergelincir. Pemandangan lalu lintas pengakhir Desember 2023 masih ramai. Patik asyik mengedit kata demi kata, menginjeksi gizi-cum-tenaga, mendandani kalimat dari layar smartphone, membuatnya seakan bernyawa. Ini bukan opini pertama soal kota, bermula dari sajian fasilitas gizi debat Calon Wakil Presiden ikhwal pembangunan kota. Debat selesai. Hidup kudu...
Read More

Dari Kotabaru Yogja, Desak Perubahan Perkotaan Indonesia Forever

Usah didesak, cak. Almanak 2023 auto-usai, periodenya selesai. Diksi selesai lawannya selamanya:  forever! Desaklah perubahan hidup 2024.  Sindiran  ‘hidup bukan sekadar hidup’  dipetik  dari  ajaran  Buya, dan metaphor  ‘kera juga bekerja’ dari seloka HAMKA. Istilah Buya artinya ayah; abah, yang dilafazkan orang Minang untuk  sang cendikia-cum-ahli agama mentor menuntun bangsa, seperti  kiyai di tanah Jawa. ...
Read More

Sekitar Perumahan Layak-Terjangkau (1,5): Menakwil Presiden Minta Bantu Hunian Rakyat

Opini nomor ke satu setengah ini jangan dibaca setengah. Justru mimbar dialektika membaca yang tak tertera.Menakwil disebalik berita. Demi mengedarkan nalar perumahan. Ikhtiar backlog perumahan dianjokkan. Demi kencang ‘mengisi bak air sampai penuh’ backlog perumahan. Nomor ini melanjutkan “esai-merdeka bertitel: ‘Sekitar Perumahan Layak-Terjangkau, Bersungguh Mengisi Air Sampai Penuh (1)’. Saat menuliskan ini saya sudah mencoba...
Read More

Sekitar Perumahan Layak-Terjangkau, Bersungguh Mengisi Air Sampai Penuh (1)

Awal pekan ini, jagat Indonesia memasuki sumringah bulan Agustus yang khas dan bersejarah. Ini esai merdeka menjelang 78 tahun Indonesia menjadi negara bangsa (nation state) yang merdeka (1945-2023), Indonesia masih memiliki persoalan perkotaan yuncto perumahan dan permukiman. Hebatnya, dokumen politik amandemen kedua UUD Negara Republik Indonesia (NRI) Tahun 1945, lugas amanatkan konstitusi bertempat tinggal. USA...
Read More

Stunting “Otak” Anak, Alarm Kencang Lost Generation

Sengaja meluangkan waktu dan akal, saya menghadiri “audiensi seminar” ikhwal profil sumberdaya manusia Indonesia –yang mengubak bahaya stunting anak bangsa. “Daripada hanya audiensi, kita boboti dengan seminar data”, sebut penggagas acara dr.Abidinsyah Siregar yang Ketua Umum IHO, Indonesia Health Observer, Kamis, (13/7) di gedung Rektorat Universitas YARSI, Jakarta. Menurut takwil KBBI, ‘abidin’ artinya orang-orang yang...
Read More

Yth. Wakil Rakyat, RUU Kesehatan Untuk Kepentingan Rakyat? Ujilah dengan…

Tenaga medis-kesehatan (TMK) takkan melupakan ini. Badai pendemi COVID-19 bertahun-tahun, RUU Kesehatan viral berbulan-bulan. Untuk merawat pasien-cum-rakyat, TMK bekerja di garda terdepan. Itu utang jasa tak terbalaskan, pasien & rakyat paling dipentingkan. Usai melawan pendemi COVID 19 dengan kolaborasi dan sinergi, Menteri Kesehatan (Menkes) acap mengucapkan RUU Kesehatan. Dinarasikan lekat dengan tiga kata ini: untuk...
Read More

Aturan Bio Medis & Bio Bank Beresiko Tinggi, Presiden dan DPR Kudu Tunda Pengesahan RUU Kesehatan

Kedaulatan di tangan rakyat, dan dilaksanakan dengan konstitusi: UUD 1945. Apalagi, Negara Indonesia adalah negara hukum. Konstitusi menjamin perlindungan seluruh tumpah darah Indonesia, dan karenanya Negara menghargai (to respect), menjamin (to ensure), melindungi (to protect), dan memenuhi (to fulfill) hak rakyat termasuk dengan norma UU yang valid (validity) dan dibuat, secara berdaulat, bebas dari kepentingan...
Read More
1 2 3 50